COATING TESTING, INFO

Strength Testing

Strength Testing

Strength testing merupakan pengujian kekuatan lapisan yang dibagi menjadi :  1) Kekuatan bengkokan ; 2) kekuatan dampak; 3) Kekuatan tarikan.

 

Без имени-1123132

Bending strength (kekuatan bengkokan)
Ini merupakan satu dari metode paling mudah untuk menguji lapisan, namun memberikan banyak informasi mengenai kualitas pengecatan. Bending Coating Tester NOVOTEST BEND-H1 or Bending Coating Tester NOVOTEST BEND-M1 didesain untuk memudahkan dalam penggunaan metode ini. Dengan membulatkan pelat yang dilapisi di sekitar batang dengan diameter yang berbeda, Anda dapat mengetahui kualitas lapisan di sekitar batang, pengujian tersebut tidak merusak lapisan pada plat. Batang memiliki diameter 1 hingga 20 mm. Semakin baik elastisitas lapisan, semakin kecil batang yang dibutuhkan untuk mengujinya.

 

Tester-of-the-strength-of-coatings-NOVOTEST-STRIKE-U1

Impact strength (kekuatan dampak)

The impact strength diuji dengan menjatuhkan sebuah impactor dengan berat tertentu dari posisi awal tertinggi dimana lapisan dapat bertahan tanpa rusak oleh impactor. Setelah masing-masing kondisi pelapisan dinilai secara visual, dan jika tidak ada kerusakan mekanik yang terlihat, penurunan diulang dari posisi yang lebih tinggi, sampai terjadi kerusakan. Impact Tester NOVOTEST STRIKE U1 dibuat untuk menguji dengan metode ini. Perangkat terdiri dari sebuah frame, landasan, sinker, dan tabung  pemandu dengan sebuah impactor yang dapat jatuh bebas. Terdapat beberapa versi perangkat dengan jenis berat, ukuran dan bentuk yang berbeda dari impactor, sinker, dan landasan, yang mengacu dengan standar yang berbeda.

 

main2

Tensile strength (kekuatan tarikan)
Metode yang berdasarkan pengukuran kedalaman ekstrusi plat logam yang dilapisi pada titik retak lapisan dimana merupakan indentasi dari pukulan bola menuju plat.  Erichsen Cupping Test NOVOTEST SE-1 digunakan pada pengujian ini. Bending Coating Tester NOVOTEST BEND-1H , Bending Coating Tester NOVOTEST BEND-M1 dan Erichsen Cupping Test NOVOTEST SE-1 merupakan perangkat yang presisi yang membantu mengetahui elastisitas lapisan cat. Dengan mengetahui tingkat elastisitas lapisan, pengguna dapat memutuskan kemampuan cat pelapis yang digunakan apakah berubah tanpa retakan atau mengelupas setelah pengeringan.
COATING TESTING, INFO

Testing the Coatings on Metals

Testing the Coatings on Metals merupakan suatu pengukuran atau pengujian pelapis pada logam. Ketebalan dan tingkat kerusakan lapisan adalah parameter yang diukur. Untuk kontrol ketebalan, kami menyediakan Coating Thickness Gauge NOVOTEST TP-1. Ketebalan lapisan adalah salah satu parameter terpenting, yang secara langsung mempengaruhi kualitas operasional produk.  Namun, hal ini juga untuk mengendalikan pemakaian cat. Dengan jumlah probe yang dapat diganti, maka dari itulah pengukur ketebalan ini hadir.  Untuk lapisan yang berbeda, maka digunakan pula probe yang berbeda. Perangkat tidak hanya dapat mengukur ketebalan, tetapi juga dapat untuk mengukur suhu, titik embun, kelembapan, dan mengevaluasi kekasaran permukaan menggunakan probe khusus.
tp-1-img31
Без имени-122

Selanjutnya adalah perangkat pengujian kontinuitas lapisan. Cacat berpori, retak pada lapisan produk, menunjukkan kelemahan sifat lapisan pelindung. Lokasi yang terkena dampak terutama korosi, memerlukan penghentian proses operasi dan biaya operasional tambahan untuk benda-benda seperti tangki penyimpanan, jaringan pipa, dan lain-lain. Untuk mengendalikan kontinuitas pelapis yang diterapkan pada dasar konduktif elektrik, digunakan detektor cacat percikan listrik, atau disebut detektor kontinuitas. Metode pengujian terdiri dari exposing pada benda uji medan listrik berfrekuensi tinggi dan tegangan tinggi serta registrasi sirkuit pendek pada lokasi yang terkena. Perangkat seperti itu, misalnya Pulse Holiday Detector NOVOTEST SPARK-1, memungkinkan menguji pelapis dengan ketebalan hingga 12 mm.

Selain itu, untuk tugas ini detektor cacat elektrolitik digunakan, seperti Pinhole Detector NOVOTEST ED-3D. Perangkat ini memiliki biaya lebih rendah, namun hanya bisa menguji pelapis dengan ketebalan hingga 500 mikron. Perangkat dioperasikan dengan membasahi spons elektrolit, dengan arus listrik tegangan rendah lalu diterapkan pada permukaan pelapis untuk menemukan sirkuit pendek.

COATING TESTING, INFO

Adhesion Testing

Adhesion Testing adalah pengujian adhesi atau kerekatan suatu lapisan. Terdapat banyak perbedaan metode untuk menguji adhesi suatu lapisan, berdasarkan pendekatan yang berbeda. Adhesi dan kekuatan lapisan diuji dengan, kejutan, tarikan, pembengkokan, goresan, dan metode lain untuk menggambarkan seberapa baik lapisan perlindungan Anda dari berbagai dampak dan korosi. Untuk memilih metode yang sesuai, tergantung tipe lapisan dan substrat Anda. Tensile Adhesion Tester NOVOTEST AC-1 menggunakan metode tarikan. Keunggulannya adalah hasil yang sangat presisi dalam MPa.

“The cross cuts” adalah yang paling populer karena kemudahannya. Pertama, Anda harus melakukan pemotongan kisi pada permukaan lapisan yang diuji. Kemudian gunakan adhesive tape untuk ditempelkan pada permukaan dan dengan segera diangkat. Untuk menentukan nilai adhesi, dievaluasi secara visual jumlah kotak exfoliate (secara penuh atau sebagian). Metode ini sangat mudah dan cepat. Cross Cut Adhesion Tester NOVOTEST AN-1 menggunakan metode ini. Scratch Adhesion Tester NOVOTEST C1-M. adalah contoh lain perangkat Novotest yang menggunakan prinsip yang sama.

Bitumen And Mastic Insulation Adhesion Tester NOVOTEST CM-1M digunakan untuk mengevaluasi lapisan aspal dan pipa mastic. Adhesi tipe lapisan ini diturunkan dari gaya yang dibutuhkan untuk biasing bagian penutup satu sentimeter persegi.

Peel Adhesion Tester NOVOTEST AP-1M didesain untuk mengukur kekuatan nilai adhesi pita isolasi polimer yang secara umum digunakan untuk isolasi pipa.

COATING TESTING, INFO

Viscosity Testing

Pengujian viskositas atau viscosity testing adalah suatu pengujian kekentalan cairan seperti minyak, cat, dan cairan lainnya. Nilai viskositas cat merupakan faktor penting. Sebagai contoh, jika menggunakan cat yang nilai viskositasnya lebih rendah dibanding nilai normal, maka menyebabkan menetes dan melorot pada lapisan, jika nilai viskositas lebih tinggi dari standar, lapisan akan memiliki cacat seperti kulit jeruk.

Pengujian viskositas dapat menggunakan Viscosity Flow Cup NOVOTEST VZ . Viscosity cup tersedia dalam dua model, pada tipod – Viscosity Flow Cup NOVOTEST VZ dan tipe submersible – Viscosity Dip Cup NOVOTEST VZ-P. Viscosity cup adalah sebuah reservoir yang berbentuk seperti corong dengan tiga nosel yang dapat diganti.

Prinsip operasi viskometer berdasarkan penentuan waktu pengeluaran cairan uji dalam volume tertentu melalui nozel. Untuk viskositas konvensional cat, membutuhkan watu tertentu (dalam detik) dari jumlah pasti cairan uji yang mengalir kontinu melalui nozel kalibrasi viskometer. Novotest menyediakan variasi jumlah dan ukuran nozel, yang digunakan untuk cairan yang berbeda atau menurut standar yang berbeda.

Untuk pengukuran viskositas juga dapat menggunakan Viscosity Dip Mug NOVOTEST VMS. Viscosity Dip Mug digunakan untuk menentukan viskositas konvensional dispersi kasar polyvinyl-acetate homopolymers.

INFO

CONSTRUCTION MATERIALS TESTING

Construction Materials Testing merupakan proses yang penting dalam bidang konstruksi. Pada proses perbaikan konstruksi dan pemeliharaan bangunan, kemampuan mendeteksi berbagai objek logam di bawah permukaan merupakaan hal yang sangat penting. Mengukur ketebalan lapisan pelindung beton dan deteksi area yang terdapat elemen rebar – merupakan prosedur wajib sebelum memulai perbaikan dan pengerjaan konstruksi. Untuk memecahkan masalah tersebut  Concrete Cover Meter Novotest Rebar Detector merupakan pilihan tepat. Rebar detector, merupakan salah satu perangkat uji NDT yang beroperasi dengan interaksi elektromagnetik.

 

Concrete Cover Meter NOVOTEST Rebar Detector, dapat mendeteksi lokasi objek metal di bawah permukaan dan di atas baris rebar dan mengukur lapisan pelindung beton. Selain itu, perangkat dapat memudahkan pengguna menentukan perkiraan diameter rebar dan menentukan posisinya di bawah lapisan pelindung beton, dan dapat memberikan gambaran tata letak struktur untuk pengujian lebih lanjut atau untuk mengembalikan dokumentasi penguatan yang hilang. Perangkat memiliki empat mode scanning, dilengkapi dengan display grafik, cahaya latar dan sensor suara.

Nilai lapisan pelindung beton berpengaruh signifikan terhadap ketahanan struktur beton. Lapisan pelindung beton melindungi rebar dari kelembapan, oksigen, cairan korosif, dan gas. Batang rebar yang terlapisi dengan tipis, atau terkena cacat di dalam, tentunya akan berkarat. Ketebalan lapisan pelindung beton, merupakan parameter yang sangat penting selama pembangunan atau pemeriksaan berbagai struktur beton.
img_2

Concrete cover meter membutuhkan semua persyaratan untuk akurasi dan fungsionaliti untuk perangkat pada kelas ini. Alat ini memiliki empat mode operasi :

1) Main mode – mengukur kedalaman rebar.

2) Scan mode.

3) Mode pencarian kedalaman.

4) Mode mengukur diameter rebar

Deteksi rebar dilakukan dengan scanning permukaan uji dengan sensor perangkat. Proses pencarian rebar ditampilkan pada indikator garis layar dan nilai jarak ke rebar. Untuk operasi yang mudah, instrumen memiliki pilihan indikasi suara. Ketika sensor mendekati elemen rebar, frekuensi sinyal suara meningkat.

Perangkat dapat mengidentifikasi diameter yang tidak diketahui menggunakan gasket dielektrik. Pengujian pertama dilakukan tanpa gasket, hasil direkam pada memori internal, kemudian pengujian kedua dilakukan dengan gasket dan unit menunjukkan diameter rebar.

INFO

MAGNETIC TESTING

Magnetic Testing merupakan suatu pengujian non destruktif yang mampu mengukur tanpa memerlukan banyak persiapan kondisi (objek). Untuk tujuan inilah perangkat NDT digunakan. Alat-alat ini melakukan pengukuran tanpa intervensi fisik ke dalam objek. Berikut perangkat NDT utama: penganalisis logam, detektor cacat, pengukur ketebalan, penguji kekerasan, perangkat X-ray, dsb.
Steel structure analyzer NOVOTEST KRC-M2

 

Aplikasi Alat Uji Magnetik

 

Gaussmeter (magnetometer) NOVOTEST MF-1
Perangkat uji magnetik seperti  Gaussmeter (Magnetometer) Novotest digunakan secara primer untuk menguji objek yang dibuat dari bahan feromagnetik, yang secara nyata mengubah sifat magnetiknya di bawah pengaruh medan magnetik eksternal. Selama pengujian jenis ini, magnetisasi (penempatan objek uji ke dalam medan magnet) diharuskan. Pembacaan informasi dilakukan dengan penampang melintang penuh dari sampel (objek) atau permukaan bentuknya. Bergantung pada tugas khusus uji non destruktif, tipe bahan uji, produktifitas yang dibutuhkan dari metode, perbedaan parameter informatif utama dapat digunakan. Berikut, parameter informatif yang paling umum: Gaya koersif, magnetisasi, induksi (induksi residu), permeabilitas, intensitas, efek barkhausen.
Magnetic flaw detector NOVOTEST MPD-DC
INFO

ULTRASONIC TESTING

ULTRASOUND CONTROL METHODS

Suatu pengaturan metode untuk menerapkan kontrol disebut sebagai metode. Metode uji ultrasonik dibagi menjadi beberapa kelompok. Metode bagian meliputi metode berdasarkan recording gelombang yang melewati kecacatan produk. Tanda kecacatan adalah menurunnya amplitudo gelombang yang ditransmisikan pada receiver. Sebagai contoh, pada metode bagian, tidak mungkin menentukan kedalaman suatu kecacatan. Metode refleksi, di sisi lain, didasarkan pada deteksi gelombang yang direfleksikan dari sebuah kecacatan, sedangkan sinyal amplitudo yang dirasakan oleh receiver meningkat. Prinsip ini adalah basis dari metode yang paling populer pengujian ultrasonik, sehingga dapat menentukan koordinat atau lokasi kecacatan, dan pengguna dapat mengkombinasikan pengkonversi.

4.01

S – source of ultrasonic waves; R – the receiver of ultrasonic waves.
Fig.4.1 – Ilustrasi metode bagian

4.02

 

SR – source-receiver of ultrasonic waves (combined converter).

Fig.4.2 – Ilustrasi metode bagian

Sinyal dihasilkan dan diterima oleh flaw detector yang ditampilkan pada layar dalam bentuk A-scan. Pada jenis ini, amplitudo sinyal diplotkan sepanjang sumbu Y (dB), sepanjang sumbu X, waktu gelombang yang lewat menuju reflektor waktu (μs). Sinyal dihasilkan oleh realisasi metode refleksi dan transmisi pada A-scan yang ditunjukkan pada Fig.4.3.

Sinyal elektrik yang dihasilkan oleh flaw detector untuk eksitasi gelombang ultrasonik disebut pulsa probe. Kehadirannya di awal pemindaian menjelaskan kemunculan zona mati – wilayah di dekat permukaan masukan gelombang ultrasonik, cacat di mana tidak terdeteksi.

4.03

PI- sounding impulse; EI – echo-pulse; SI – strobe-pulse; DI – bottom impulse.

Fig.4.3 – Formasi A-sweep pada kasus umum

Hasil bentukan echo pulse adalah gelombang yang datang menuju PET penerima, direfleksikan dari lokasi cacat, reflektor sruktural (fillet, lubang, dll). Sinyal direfleksikan dari dasar produk yang disebut impuls dasar. Untuk menentukan waktu interval, flaw detector menganalisis amplitudo echo pulse oleh kriteria echo method dan mirror-shadow method (MSM).

Figure 4.4 menunjukkan implementasi skema metode transmisi; shadow and mirror-shadow (MSM), pada awalnya emitor dan penerima berada di sisi yang berlawanan, yang kedua emitor dan penerima berada di permukaan.

4.04

Fig.4.4 – Formasi  A-scan untuk metode shadow and mirror-shadow terhadap bagian bebas cacat.

Metode MSM memungkinkan untuk menggunakan PES langsung, kondisi  allows to use direct and inclined PES, kondisi yang diperlukan adalah refleksi sinyal radiasi dari permukaan dasar hingga receiver. dengan tidak adanya cacat, gelombang radiasi mencapai receiver membentuk pulse dasar yang melebihi ambang batas.

4.05

Figure 4.5 – Formasi A-scan metode shadow and mirror-shadow pada area deteksi.

Penampilan sebuah kecacatan  di jalur gelombang yang terpancar sangat melemahkan, sehingga ketika sinyal dasar terbentuk, amplitudonya menurun. Perubahan pada sinyal bawah di bawah ambang batas menunjukkan adanya cacat. Koefisien detektabilitas ZTM – menunjukkan seberapa banyak desibel (berapa kali) amplitudo bagian bawah di atas kecacatan relatif berkurang terhadap amplitudo bagian bawah pada area bebas cacat.

4.06

Ketika menggunakan metode bagian, perlu mempertimbangkan berbagai alasan pemicu kesalahan kecacatan, yang paling penting adalah:

  • tidak adanya kontak akustik antara PET dan permukaan
  • non-paralelisme permukaan input dan permukaan bawah
  • Mengubah ketebalan produk
  • kondisi permukaan bawah
  • atenuasi

Metode refleksi dipertimbangkan agar lebih maju dan nyaman untuk berbagai tugas diagnosa. Maka dari itu, metode gema digunakan hampir 90% pada aplikasi kontrol ultrasonik.

4.07

Koefisien pendeteksian metode gema menunjukkan berapa banyak desibel (berapa kali) amplitudo pulsa echo dari kecacatan melebihi amplitudo pulsa echo dari reflektor referensi.

4.08

Atenuasi pada bahan benda uji, kontak akustik, serta ukuran, bentuk dan orientasi kecacatan mempengaruhi amplitudo sinyal gema dari cacat dan, oleh karena itu, kemungkinan untuk dideteksi.

Saat membandingkan metode mirror-shadow dan metode gema, seseorang dapat membedakan sejumlah fitur komponen, baik kelebihan maupun keterbatasan masing-masing. Oleh karena itu, ketika digunakan bersamaan, efektivitas dan keandalan kontrol meningkat secara signifikan. Metode Mirror-Shadow memungkinkan untuk mendeteksi cacat terlepas dari bentuk dan orientasi keseluruhan ketebalan keseluruhan produk, dan jika kontak akustik hilang, ini ditunjukkan oleh hilangnya sinyal bawah. Metode gema, berbeda dengan LSL, memungkinkan untuk menentukan kedalaman reflektor dan untuk menilai bentuk dan orientasinya. Ukuran cacat minimum yang dapat dideteksi saat menerapkan metode gema dibatasi oleh panjang gelombang.

INFO

HARDNESS TESTING

HARDNESS TESTING merupakan pengujian kekerasan suatu benda dengan berbagai metode. Metode yang populer digunakan dalam uji kekerasan adalah metode dynamic rebound (Leeb) dan ultrasonic contact impedance (UCI). Metode dynamic rebound disebut juga metode pantulan, dimana pengukuran kekerasan dinamik biasanya penumbuk dijatuhkan ke permukaan logam dan kekerasan dinyatakan oleh energi tumbuknya. Metode Ultrasonic Contact Impedance (UCI) menggunakan pegas untuk mengaplikasikan gaya ke induktor berlian Vickers. Batang “rod” beresonansi dan indentor berlian Vickers menembus sampel uji. Lekukan resultan menciptakan gaya jepit ke ujung indentor yang sebanding dengan ukurannya dan menyebabkan pergeseran frekuensi ke batang. Jumlah pergeseran frekuensi diukur dan terkait dengan ukuran lekukan Vickers. Hasil dikonversi menjadi skala kekerasan lain seperti Vickers, Rockwell dan Brinell.

Metode Leeb digunakan untuk menguji benda-benda yang solid, berstruktur kasar, baja, alumunium, logam campuran dan logam non ferrous lainnya, sedangkan metode UCI tepat digunakan untuk menguji benda berukuran kecil, berbentuk kompleks, berdinding tipis, serta permukaan yang keras.

Novotest hardness tester dapat digunakan pada fasilitas industri-industri besar terutama bagian permesinan, selama pembangunan konstruksi seperti jalan, jembatan, atau bangunan, pada perusahaan penghasil material, pada laboratorium baik di lembaga penelitian maupun di perusahaan, untuk menentukan kualitas bahan mentah dan peralatan kerja, dsb.

METODE LEEB ATAU UCI ?

Menentukan metode leeb atau UCI tergantung dari objek apa yang akan diuji. Pengguna alat harus mengetahui dua parameter uji, yaitu bobot dan ketebalan. Jika ingin menguji objek dengan bobot lebih dari 5 kg, dan ketebalan lebih dari 10 mm, maka menggunakan metode Leeb. Jika ingin menguji objek dengan bobot kurang dari 5 kg (lebih dari 100 g), dan ketebalan lebih dari 1 mm, maka menggunakan metode UCI. Metode UCI sangat tepat digunakan untuk menguji kekerasan benda-benda yang berukuran kecil, bertekstur, beralur seperti gear, bentuk silinder dsb.

MENENTUKAN TIPE HARDNESS TESTER ?

Menentukan tipe hardness tester, harus diketahui objek apa yang akan diuji. Terdapat empat skala pengukuran kekerasan yang populer digunakan yaitu skala brinell, shore, rockwell, dan vickers.  Skala brinell dan shore dipakai untuk mengukur kekerasan logam lunak, skala rockwell digunakan untuk mengukur kekerasan logam medium, sedangkan skala vickers digunakan untuk mengukur kekerasan logam keras. Novotest memproduksi hardness tester yang dapat menguji kekerasan dalam suatu skala maupun berbagai skala sesuai kebutuhan pengguna.

Novotest mendesain dua macam hardness tester, bench hardness tester dan portable hardness tester. Bench hardness tester berukuran besar dengan bobot lebih dari 50 kg. Desain ini tepat digunakan untuk pengujian skala workshop atau laboratorium. Portable hardness tester tepat digunakan untuk Anda yang ingin menguji kekerasan di lapangan, portable hardness tester didesain praktis, ringan, dan mudah digunakan.

Tipe hardness tester novotest terbagi menjadi tiga tipe. Tipe yang menggunakan metode Leeb saja seperti Alat Uji Kekerasan Leeb Novotest T-D2, UCI saja seperti Alat Uji Kekerasan Novotest T-U2, dan kombinasi keduanya seperti Alat Uji Kekerasan (Hardness) Material NOVOTEST T-UD3. Untuk mendapatkan kepraktisan dan keunggulan maksimal, maka Hardness Tester kombinasi sangat tepat digunakan.

MENENTUKAN MODEL HARDNESS TESTER ?

Menentukan model perangkat dapat ditinjau dari berat dan ukuran, ukuran display dan tombol, kemampuan-kemampuan teknis utama seperti terhubung dengan PC, menyimpan kalibrasi, menyimpan hasil ukur, dan kemampuan lainnya. Novotest memiliki dua jenis model perangkat model kedua dan ketiga. Model kedua portable hardness tester telah memiliki kemampuan teknis utama, seperti pengukuran dengan akurasi tinggi berdasarkan 4 skala, kemampuan mengkalibrasi dalam semua skala, memiliki memori internal, dapat terhubung ke PC, dan dapat dioperasikan pada berbagai kondisi suhu lingkungan. Model ketiga selain telah memiliki kemampuan teknis utama juga memiliki fitur dan spesifikasi yang lebih banyak.

Read More
INFO

Alat uji kekerasan NOVOTEST T-U2

Kekerasan merupakan kemampuan suatu bahan untuk menahan tekanan benda lain dari luar. Pengujian nilai kekerasan di bidang industri penghasil logam, baja, kaca, pipa, dan bahan material lain merupakan hal yang penting dilakukan karena menentukan kualitas dari material yang dihasilkan. Kebutuhan akan material yang berkualitas dirasa perlu diperhatikan mengingat semakin meningkatnya pembangunan di Indonesia. Pengukuran tingkat kekerasan material merupakan tindakan yang wajib dilakukan  guna menciptakan produk yang bermutu dan dapat bernilai jangka panjang.

Alat uji kekerasan NOVOTEST T-U2 mengimplementasikan metode kontak impedansi ultrasonik (UCI). Perangkat ini memiliki keunggulan utama dari ultrasonik hardness tester, mengukur nilai kekerasan produk dengan ketebalan mulai dari 1 mm.

NOVOTEST adalah perusahaan manufaktur instrumen alat uji Non Destructive (NDT) dari Ukraina yang mengembangkan dan memproduksi instrumen untuk pengendalian kualitas non-destruktif. Dengan standar mutu Eropa, produk produk NOVOTEST dijamin untuk kualitasnya dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan dengan produk produk Eropa lainnya. Untuk membeli produk produk Novotest anda bisa menghubungi kami karena kami CV. JAVA MULTI MANDIRI merupakan Distributor dan Agen Tunggal untuk penjualan produk produk NOVOTEST di Indonesia.

produk lengkap Novotest, dapat dilihat di Novotest.id

info lebih lanjut : 085729023301 , dian.saputra@novotest.id

CV. JAVA MULTI MANDIRI

Jl. Raya Baturraden KM.7 No.17 – Purwokerto – Indonesia